Investorjuga berubah haluan untuk tidak melakukan akumulasi ketika BTC gagal tembus level resistensinya di US$ 23.000. Alhasil, investor memilih aksi profit taking daripada akumulasi," kata Afid. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Afid melihat koreksi harga saat ini masih tergolong normal di market kripto.
Akumulasi pada Saham Kita bisa melihat banyak indikator akumulasi saham di alat trading yang anda punya. Dengan itu kita bisa mengetahui pola dan tanda akumulasi saham. Pengertian akumulasi saham adalah sebuah proses yang dilakukan smart money untuk mengumpulkan / membeli saham untuk "dinaikkan" setelah proses akumulasi selesai. Ada banyak cara mengetahui akumulasi saham. Pada kesempatan ini, kita akan membahas area akumulasi saham secara umum. Apa itu Area Akumulasi Saham pola akumulasi saham Area akumulasi ditandai oleh sebagian besar pergerakan harga saham sideways dan dilihat oleh banyak investor sebagai indikasi peluang pembelian potensial. Area akumulasi saham itu penting bagi investor untuk dikenali ketika membuat keputusan membeli dan menjual. Investor berpengalaman mencari pola yang mengindikasikan bahwa saham berada pada titik tinggi, titik rendah atau di antara keduanya. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah ada momentum dalam harga saham dan ke arah mana saham tersebut akan bergerak. Saham di area akumulasi mungkin akan breakout. Ketika harga saham tidak jatuh di bawah tingkat harga tertentu, dan bergerak dalam kisaran sideways untuk jangka waktu yang lama, ini bisa menjadi indikasi bagi investor bahwa saham sedang diakumulasi oleh investor dan akibatnya akan segera bergerak naik. Area akumulasi hanyalah satu dari banyak bentuk charting. Charting juga digunakan untuk mengidentifikasi apa yang dikenal sebagai zona distribusi, yang dapat mengindikasikan bahwa suatu saham mendekati aksi jual. Investor mencari divergensi antara fluktuasi harga saham dan volume perdagangan sebagai kunci untuk analisis dalam aktifitas charting mereka. Ketersediaan luas alat charting online melalui banyak perusahaan investasi memungkinkan semakin banyak investor mengakses teknik charting yang hanya terbatas pada broker profesional. Akses ke alat ini memungkinkan investor untuk melihat ke belakang selama bertahun-tahun untuk melihat saat-saat ketika saham naik. Investor ingin memahami apa yang terjadi secara konsisten di masa lalu segera sebelum harga saham naik. Trader saham mencari untuk mengidentifikasi kisaran pergerakan harga dan volume. Rentang grafik sideways yang berkepanjangan tanpa diikuti naik turun besar-besaran menunjukkan bahwa stok berada di area akumulasi dan mungkin akan naik harga. Mampu mengenali apakah suatu saham berada di zona akumulasi atau zona distribusi sangat penting untuk keberhasilan investasi. Tujuannya adalah untuk membeli di area akumulasi dan menjual di area distribusi. Memahami pergerakan grafik seperti yang terlihat di area akumulasi dapat bekerja dengan sangat baik selama masa yang relatif aman dan stabil secara fundamental, tetapi investor yang bijaksana tahu untuk memperhatikan peristiwa ekonomi yang lebih besar yang dapat dengan cepat mengkonfigurasi ulang grafik. Postingan populer dari blog ini NH Korindo Sekuritas Indonesia 9 Juni 2023 IHSG BULLISH / KONSOLIDASI - Doji di area Support disusul oleh candle hijau, Uji Resistance MA10 & MA20. Support 6660 / 6600 / 6560-6550. Resistance 6700-6735 / 6750-6765 / 6950-6960 / 7000-7040. ADVISE Accumulate Buy ; or Wait & See. Saham MDKA Uji Support MA20 & MA10. Advise Buy. Entry Level 3110-3050. Average UP >3170 Target 3350 / 3530 / 3610-3630 / 3800 Stoploss 3020. Saham SCMA Trend downtrend dalam pola PARALLEL CHANNEL. Pattern Triangle fase Bottoming. Advise Speculative Buy Entry Level 142. Average UP >148 Target 164-166 / 177. Stoploss 138. Saham LSIP Break pola FALLING WEDGE Tembus ke atas Resistance ketiga MA. Advise Buy. Entry Level 1005-1000 Average UP >1015 Target 1045-1050 / 1100-1120. Stoploss 970. Saham SIDO Uji Resistance MA10 & MA20. Pattern PARALLEL CHANNEL downtrend. Advise Speculative Buy. Entry Level 755 Average Up >765 Target 795-805 / 870-880. Stop Indo Premier Sekuritas 7 Juni 2023 IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Target kenaikan indeks pada level kemudian dengan support di level kemudian BBRI Buy Target kenaikan harga pada level kemudian dengan support di level cut loss jika break ANTM Buy; Target kenaikan harga pada level kemudian dengan support di level cut loss jika break ASII Buy; Target kenaikan harga pada level kemudian dengan support di level cut loss jika break MAPI Buy Target kenaikan harga pada level kemudian dengan support di level cut loss jika break Full report bisa diakses di - Dapatkan informasi pasar dan rekomendasi saham dengan aplikasi Android Saham Indonesia Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. RHB Sekuritas Indonesia 9 Juni 2023 Muhammad Wafi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk GOTO Analisa GOTO terlihat melakukan rebound dari support garis MA20 dengan bullish engulfing candle disertai volume dan menguji resistance garis MA5. Jika mampu breakout resistance garis MA5 maka akan mengkonfirmasi fase bullish-nya. Rekomendasi Buy area di sekitar Rp 119 dengan target harga di Rp 128 hingga Rp 147. Cut loss di Rp 113. PT Trimegah Bangun Persada Tbk NCKL Analisa NCKL terlihat melakukan rebound dari support garis MA5 disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish-nya. Rekomendasi Buy area di sekitar Rp 915 dengan target harga di Rp hingga Rp Cut loss di Rp 810. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk INKP Analisa INKP terlihat melakukan rebound dari support garis MA5 dan breakout resistance garis MA20 disertai volume untuk men
Penawaran promo ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah investor dan transaksi saham," kata Head of Retail Customer Distribution BRIDS Ferdi Armand Hanafi, Kamis (4/8/2022). Katanya, bagi nasabah yang bertransaksi secara akumulasi minimal Rp3 miliar selama periode tersebut, berhak atas perpanjangan promo special fee hingga bulan Juni 2023.
Para trader saham seringkali menggunakan analisa broker summary untuk melihat kekuatan buyer seller bandar top sekuritas. Broker summary bisa dijadikan sebagai analisa tambahan untuk menganalisa potensi pergerakan harga saham jangka pendek. Secara sederhana, broker summary terdiri dari ringkasan para top broker sekuritas yang sedang melakukan akumulasi beli dan distribusi jual di saham tertentu. Kalau mayoritas broker sekuritas banyak yang membeli saham tersebut, maka harga saham berpotensi naik dalam jangka pendek. Sebaliknya ketika mayoritas broker melakukan distribusi, maka harga saham berpotensi turun. [Trader saham yang ingin mendalami analisa bandarmologi saham full praktik, analisa broker summary dengan kombinasi analisa teknikal untuk trading decision, anda bisa perdalam analisa-analisanya disini Ebook Bandarmologi Saham Pemula - Expert].Analisa broker summary seringkali digunakan para trader jangka pendek, karena pergerakan broker summary menunjukkan minat bandar untuk membeli atau menjual saham dalam jangka waktu yang relatif cepat. CARA MELIHAT BROKER SUMMARYUntuk para trader pemula, anda mungkin masih bingung bagaimana cara mencari menu broker summary dan membaca menu-menu yang pada broker summary. Di pos ini, kita akan membahasnya. Setiap software saham pasti memiliki tampilan atau nama menu yang berbeda. Tetapi pada umumnya, broker summary kurang lebih pasti sama. Berikut cara melihat broker summary *Di pos ini saya menggunakan contoh software online trading dari Sucor Sekuritas SPOT. Anda bisa menyesuaikan tampilan broker summary dengan sekuritas yang anda gunakan. 1. Lihat menu Stock atau Broker Sesuaikan juga dengan nama menu di software saham anda masing-masing -> pilih Stock atau Broker Summary 2. Menu broker summary biasanya nama tampilannya adalah Stock Summary atau Broker Summary. Tampilannya seperti berikut ini Cara Melihat Broker SummaryUntuk melihat broker summary saham tertentu, anda bisa pilih kode saham yang mau anda cari broker summary-nya. Kemudian pilih Date tanggal yang anda inginkan, dan pilih View. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tanda persegi merah diatas. Setelah itu, akan muncul menu tampilan broker summary seperti yang anda lihat beserta menu-menu yang ada pada broker summary tanda persegi hijau diatas. Berikut adalah penjelasan untuk menu-menu di broker summary Br Kode broker sekuritas Broker Name Nama perusahaan broker yang akumulasi dan distribusi Buy Avg Harga beli rata-rata average broker Buy Vol Banyaknya jumlah lot yang dibeli / diakumulasiBuy Val M Nilai transaksi beli dalam miliar rupiah / M Sell Avg Harga jual rata-rata average broker Sell Vol Banyaknya jumlah lot yang dijual / didistribusi Sell Val M Nilai transaksi jual dalam miliar Rupiah / MNet Vol Selisih antara buy vol - sell vol Net Val M Seliisih antara buy val - sell val Total Vol Total antara buy vol + sell vol Total Val M Total antara buy val + sell val Total Freq Banyaknya transaksi baik buy maupun sell yang matched pada waktu itu Misalnya frekuensi 85 kali, artinya ada 85 transaksi perdagangan saham yang matched, yang ditransaksikan oleh sekuritas tersebut. Catatan Vol VolumeVal Value Freq Frekuensi Avg AverageAnalisa broker summary dilakukan dengan cara melihat top buyer dan top seller di saham tersebut. Jadi supaya anda lebih mudah melihat top buyer dan seller, anda bisa urutkan berdasarkan sekuritas mana yang beli saham paling banyak top buyer dan jual paling banyak top seller. Cara urutkannya mudah. Kalau mau lihat top buyer, anda tinggal klik saja pada menu Buy Vol atau Buy Val, sampai diurutkan secara otomatis dari yang Buy Vol atau Buy Val-nya paling besar sampai paling kecil. Demikian juga, kalau anda ingin melihat top seller, anda tinggal klik Sell Vol atau Sell Val, sampai diurutkan dari yang sellernya paling besar - kecil. Oke, kini anda sudah mengerti cara melihat broker summary dan cara membaca menu-menu yang ada pada broker summary. Sekarang kita akan coba membaca secara ringkas ulasan broker summary. 3. Cara ringkas membaca broker summary Poin penting dalam membaca broker summary adalah dengan membaca peringkat top buyer dan top seller saham tersebut. Sekarang kita coba lihat top buyer dan top seller di saham AALI. TOP BUYER AALI Top BuyerAda beberapa top buyer AALI, yaituYU. Buy average Buy volume lot. YP. Buy average Buy volume Buy average Buy volume lot. AZ. Buy average Buy volume Buy average Buy volume SELLER AALI Top SellerAda beberapa top seller AALI, yaituPD. Sell average Sell volume AK. Sell average Sell volume CS. Sell average Sell volume YP. Sell average Sell volume AZ. Sell average Sell volume Dari 5 top buyer dan seller diatas, kita bisa lihat bahwa volume top seller lebih besar daripada volume top buyer tertinggi YU volumenya adalah lot dan peringkat 2 yaitu YP volume buy sebesar lot. Sedangkan dibandingkan top seller-nya yaitu PD, volume sell-nya sebanyak lot dan peringkat dua adalah AK dengan volume sell sebanyak lot. Dari jumlah lot, terlihat bahwa nilai distribusi lebih banyak daripada akumulasi. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa saham AALI sedang banyak dijual oleh sekuritas. Kemudian kita bisa lihat juga dari buy average, di mana YU top buyer membeli di harga Kemudian harga rata-rata YP adalah Harga rata-rata MZ adalah Sedangkan sell average top sellernya yaitu PD, harga jual rata-rata adalah Sekuritas AK dengan harga jual rata-rata Sekuritas CS dengan harga rata-rata Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa masih terdapat "perang harga" antara harga rata-rata tetapi top sellernya masih lebih dominan, sehingga kemungkinan besar harga saham AALI masih berat untuk naik, terutama untuk menembus harga resisten Kita bisa lihat pergerakan harga saham AALI keesokan harinya Keesokan harinya, harga saham AALI kembali turun di karena aksi distribusi yang masih cukup besar di hari kemarin saat closing. Masih banyak lagi analisa dan cara-cara melihat serta membaca broker summary. Nanti kita akan bahas pada pos-pos selanjutnya. BROKER SUMMARY AKAN DIHAPUS? Bursa Efek Indonesia BEI berencana menghapus kode broker summary, sehingga broker summary tidak bisa dilihat secara real time. Akan tetapi, anda tetap bisa akses broker summary di akhir jam perdagangan bursa. Perlu anda ketahui, bahwa analisa broker summary sifatnya adalah analisa tambahan, bukan analisa utama. Analisa broker summary juga harus dikombinasikan dengan analisa teknikal dan momentum market, untuk menganalisa hasil trading yang lebih akurat.
Bagikan Bisnis.com, JAKARTA — Harga bitcoin dan deretan altcoin terpantau cukup bervariasi pada perdagangan hari ini. Mengutip data CoinMarketCap, Jumat (5/8/2022), pada 10.46 WIB harga bitcoin naik 0,10 persen dalam 24 jam terakhir ke posisi US$23.131. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini sebelumya sempat turun 0,86 persen ke
Cara mengetahui bandar sedang akumulasi saham atau big fund menjadi hal yang sering diperhatikan oleh investor ritel karena biasanya ketika big fund melakukan akumulasi, maka potensi selanjutnya harga saham akan tau gimana cara mengetahui kalo suatu saham lagi di akumulasi sama big fund? Apa saja yang perlu dilihat? Gimana strategi beli jual setelah tau ada tanda akumulasi? Simak hal-hal berikut HargaAkumulasi merupakan fase di mana pelaku pasar melakukan pembelian atau mengumpulkan saham secara berkala dalam periode tertentu. Sehingga ketika pembelian atau demand meningkat maka secara ekonomi harga akan sesuatu yang terjadi di market secara teknikal akan tergambar dalam sebuah pergerakan harga pada chart atau grafik. Sehingga dari chart tersebut trader dapat menganalisa tanda akumulasi yang terjadi. Harga saham bergerak dalam siklus yang berulang setiap waktu. Ada 4 siklus untuk mengetahui Cara Mengetahui Bandar Sedang Akumulasi Saham yaitu siklus pertama area akumulasi, siklus kedua area partisipasi, siklus ketiga area distribusi, dan siklus keempat area kapitulasi. Baca Juga 4 Siklus Pasar Saham Akumulasi, Partisipasi, Distribusi, dan KapitulasiKali ini kita akan bahas secara spesifik tentang siklus pertama yang merupakan area akumulasi. Tanda terbentuknya siklus akumulasi secara trend harga saham bergerak sideways, setelah sebelumnya diawali oleh downtrend pada siklus keempat. Ketika masa sideways berlangsung, tanda akumulasi juga dikonfirmasi dengan adanya volume yang tinggi di setiap kenaikan harga. Baca Juga Analisis Harga dan VolumeSelanjutnya tanda akumulasi tersebut akan menjadi semakin menarik apabila harga dapat breakout dari masa sidewaysnya dengan volume yang tinggi, sehingga menunjukkan bahwa harga saham akan masuk ke siklus kedua yaitu area partisipasi yang merupakan area bullish continuation. Chart PatternSelain dari siklus dan trend harga, tanda akumulasi juga dapat dilihat melalui pola pergerakan harga atau chart pattern, yang dimana beberapa bentuk pola pembalikan arah menjadi naik seperti yang ada dibawah ini menjadi pola yang sering muncul ketika siklus akumulasi berlangsung dan dikonfirmasi dengan volume tinggi ketika harga saham breakout dari pola saham EMTK membentuk pola inverse head shoulder yang merupakan pola yang berada pada siklus akumulasi. Ketika harga naik breakout dari pola inverse head and shoulder dengan volume tinggi, maka menunjukkan bahwa harga keluar dari siklus akumulusi dan masuk ke siklus partisipasi yang berpotensi melanjutkan kenaikan. Sehingga dengan mengetahui tanda tersebut maka trader dapat melakukan pembelian untuk memanfaatkan kenaikan dua strategi beli yang bisa digunakan untuk melakukan pembelianBuy on Weakness Buy on BreakoutBaca Juga Strategi Trading saat Harga Saham UptrendMau tau saham apa saja yang menunjukkan tanda akumulasi dan menarik untuk dibeli atau ingin melihat lebih jauh cara mengetahui bandar sedang akumulasi saham?Upgrade ke VIP user untuk menikmati fitur Emtrade. Dengan menjadi VIP user, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekanKlik di sini untuk upgrade menjadi VIP Member Emtrade saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.
Caramengetahui bandar yang sedang akumulasi saham harus dilakukan dengan menjumlahkan nilai top buyer (Nilai akumulasi lot) dan membandingkannya dengan nilai top seller (Nilai distribusi lot). Apabila top buyer melakukan akumulasi sebanyak 500 ribu lot, tapi distribusi top seller-nya sebanyak 515 ribu lot, maka dapat dikatakan bandar sedang distribusi, bukan akumulasi.
Seringkali kita sebagai trader melihat harga saham mengalami lonjakan signifikan atau turun drastis secara tiba-tiba. Ada juga saham yang awalnya sideways panjang kemudian naik signifikan berubah menjadi uptrend. Saham yang rally naik terus pun, trennya bisa berbalik menjadi downtrend. Hal tersebut biasa terjadi di market, karena adanya aksi akumulasi atau distribusi oleh big fund atau bandar, kalau istilah kerennya adalah smart dan smart money adalah big fund. Akan tetapi, tidak semua big fund itu bandar. Begitu pula, tidak semua big fund itu smart money. Mengapa demikian?Big fund adalah seseorang atau institusional yang mempunyai uang atau dana besar. Sedikit berbeda, bandar bagi para trader di Indonesia sering diartikan sebagai seseorang atau institusional yang punya uang atau dana besar dan menggerakan harga suatu saham untuk kepentingan tertentu. Sedangkan smart money adalah modal dalam jumlah cukup besar yang ditempatkan oleh investor institusi yang di investasikan dalam skala jauh lebih besar dari investasi retail dan mempunyai informasi yang lebih baik. Tonton juga Bandar vs Smart MoneyLalu bagaimana caranya kita mengetahui bandar atau smart money sedang melakukan akumulasi atau distribusi suatu saham?Trader dapat mengetahuinya dengan analisis teknikal price and volume dalam chart analisis suatu saham, baik itu dari pattern atau candlestick yang kita kembali mengingat, harga saham bergerak dalam sebuah siklus tertentu yang akan selalu berulang setiap saat. Bandar atau smart money akan melakukan proses akumulasi pada stage 1 dan melakukan proses distribusi pada stage 3. Akumulasi terjadi ketika harga saham masih sangat murah dan investor retail masih ketakutan karena harga saham habis turun tajam dan banyak orang belum mau melirik untuk beli saham tersebut, namun disitulah bandar atau smart money sudah mulai melakukan distribusi terjadi ketika bandar atau smart money mulai jualan untuk merealisasikan keuntungannya, ditandai dengan harga saham yang jatuh tajam secara tiba-tiba dengan volume transaksi besar dan diikuti dengan kenaikan harga saham lagi, dengan volume transaksi lebih kecil. Hal ini terjadi terus-menerus hingga target jual saham bandar atau smart money sudah tercapai, dan harga saham berlanjut juga Mengenal Siklus Harga SahamProses AkumulasiPada contoh saham ESSA di atas terlihat proses akumulasi yang terjadi dalam sebuah base panjang sejak September 2021 hingga Desember 2021. Dalam base panjang tersebut juga terlihat ada beberapa kali kenaikan harga disertai dengan lonjakan volume yang cukup signifikan. Di fase akumulasi ini juga tercermin harga turun disertai dengan volume turun, artinya tekanan jual relatif lebih kecil. Ketika sebuah saham berhasil breakout dari base panjang disertai dengan lonjakan volume yang tinggi, maka artinya bandar atau smart money sudah selesai melakukan akumulasi. Hal tersebut juga sebagai pertanda harga saham berubah dari sideways menjadi uptrend. Trader dapat melakukan beli ketika harga saham breakout dan hold selama saham tersebut tidak patah juga Apa yang harus dilakukan jika Breakout dengan volume kecil?Contoh saham UNVR di atas terlihat harga saham di awali dari trend turun. Harga saham UNVR mulai melandai sejak Mar 2022 - akhir April 2022, kemudian terbentuk pattern reversal double bottom sebagai proses akumulasi oleh smart money. Ketika harga saham berhasil breakout dari pola double bottom, muncul lonjakan volume yang signifikan, trader dapat melakukan strategi beli. Target dari proyeksi pola double bottom dapat dijadikan sebagai area profit juga Pola Saham yang Bikin Kamu UntungProses akumulasi yang dilakukan smart money bisa jadi waktunya ajab berbeda-beda pada setiap saham. Hal terpenting yang perlu trader cermati adalah ketika saham tersebut berhasil breakout disertai dengan lonjakan volume yang tinggi maka fase akumulasi berakhir dan harga saham dapat menguat lebih DistribusiProses distribusi pada contoh saham ESSA di atas tercermin ketika saham tersebut sudah menunjukkan pattern reversal double top, trader sudah bisa mulai melakukan jual untuk profit taking. Dari sisi pergerakan harga saham ESSA juga terlihat jika saham tersebut mengalami breakdown atau patah dari percepatan uptrendline bertepatan dengan breakdown MA 20 daily. Ini menandakan smart money sudah mulai melakukan distribusi, dimana harga saham sudah berada pada stage 3. Fase distribusi ini akan terus berlanjut sampai akhirnya harga saham breakdown uptrendline disertai dengan lonjakan volume yang besar artinya smart money sudah melakukan jual profit taking dengan skala yang juga Bersiap Profit Taking jika Muncul Pola Ini!Selain mengamati pergerakan bandar atau smart money dengan analisis teknikal, kita sebagai trader juga perlu berpikir seperti mereka. Trader tetap perlu melihat kondisi makro ekonomi, rotasi sektoral yang mungkin terjadi, dan selalu berpikir forward looking ke saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.
Hasilscreening saham saham dengan valuasi murah, aman dari resiko kebangkrutan dan yg terpenting terjadi big akumulasi dihari ini.#belajarsaham #fundamental
Cara mengetahui Bandar Akumulasi saham memang cukup sulit. Saya membuat tulisan ini hanya bagi orang yang sudah terbiasa di dunia saham, sehingga memahami beberapa istilah, dan membayangkan apa yang kami tulis. Jika belum terbiasa, lebih baik jangan pusing dengan akumulasi bandar di saham. Karena bikin pusing, bikin mules, dan membuat uang dingin kita jadi panas. Apa yang kami tulis berdasarkan pengalaman. Bisa salah. Tergantung pengalaman masing-masing. Tapi kalau mau jadikan pelajaran silakan. Apakah Bandar Saham Ada?Tugas Berat BandarCara Mengetahui Bandar Akumulasi Saham Apakah Bandar Saham Ada? Sebelum kami jelaskan cara mengetahui bandar akumulasi saham kami akan menjawab pertanyaan apakah bandar saham ada di pasar modal. Jawabannya dalam sudut pandang kami, ada dan sangat bermanfaat. Hehehe. Mengapa saya katakan bermanfaat, karena kalau tidak ada bandar saham, harga tidak mudah naik, tidak mudah turun juga. Hanya tinggal seberapa canggih bandar yang sedang bermain, dan seberapa lihai mengelabui ritel. Tinggal ada akhlaq atau tidak para bandar itu. Satu hal yang pasti, bandar saham tidak pernah terlihat dan tidak mudah terdeteksi meski dengan aplikasi yang super mahal langganannya. Mereka lebih pintar dari aplikasi itu. Jadi Anda jangan terkejut kalau aplikasi bisa salah. Tugas Berat Bandar Namanya Bandar Saham selalu bertugas mengumpulkan keuntungan di atas penderitaan orang. Maka tugas utamanya adalah menaikkan harga setinggi-tingginya. Inilah mengapa banyak saham harganya di atas batas normal. Tapi itu tandanya sang Bandar sedang distribusi barang. Dinaikkan dengan beli seratus lots, dijual 500 lots, kan untung. Nanti saya jelaskan lebih lanjut. Tugas kedua adalah menurunkan harga saham sejatuh-jatuhnya. Hal ini agar dia membeli di harga paling bawah sebelum saham naik karena sentimen-sentimen tertentu. Ingat saham KAEF bagaimana jatuh terkaparnya saham ini sebelum covid datang. Setelah covid datang, dikerek habis-habisan. Begitulah akhlaq Bandar Saham. Yang jelas entah mengapa mereka lebih tahu informasi daripada ritel receh seperti kita semuanya. Perusahaan mau untung dia tahu, direkturnya mau mencret, dia tahu juga. Wkwkwkw. Cara Mengetahui Bandar Akumulasi Saham Nah ada cara sangat sederhana untuk mengetahui saat bandar mengakumulasi saham. Pertama menggunakan aplikasi berbayar. Istilah canggihnya adalah bandar detector. Menggunakan aplikasi ini akan membuat Anda tahu bahwa saham sedang diakumulasi oleh bandar melalui notifikasi. Meskipun saya sendiri tidak menyukai dengan pola ini, karena terkadang sudah terlambat. Menggunakan aplikasi berarti siap untuk mengambil untung sedikit lalu keluar. Jangan berlama-lama. Karena terkadang meski harga tinggi, aplikasi tetap bunyi ketika ada akumulasi besar. Selepasnya longzorrr. Kedua dari bid dan offer saham. Ini juga masih tergolong mudah. Kalau kelihatan bidnya sangat besar di satu harga, itu artinya bandar menjaga jangan sampai longsor ke bawah. Maka kita sebagai ritel meyakini kalau harga tidak mungkin turun. Maka kita beli. Bisa jadi bandar memang akan menaikkan. Tapi jangan salah, kalau ternyata banyak distribusi dan bandar tidak kuat menahan harga, maka bid di harga tertentu akan tiba-tiba menghilang. Bandar pun limbung. Ini pernah terjadi di LINK. Awalnya saya mengira harga ditahan, ternyata dana asing dijual terus, langsung tidak kuat. Longzorrr. Ketiga dari offer saham. Kalau ada offer saham yang terlihat jauh besar, bahkan dua kali lipat atau lebih terlihat sangat tebal, itu juga tanda bandar sedang akumulasi. Pasti pikiran kita sebagai ritel, aduh saham ini tidak bakal naik, udah ada yang mau jual banyak. Kita jual aja lah. Nah bandar jadi penadah, akumulasi terus pelan-pelan. Sampai orang tidak sadar kalau ada yang diam-diam sedang akumulasi dalam angka besar. Keempat, ini yang paling sulit. Kalau bandarnya adalah sekumpulan orang-orang yang bersepakat dalam sebuah saham. Akunnya menyebar, tidak hanya satu akun atau satu sekuritas tapi menyebar di banyak akun, maka sangat sulit terdeteksi, karena seolah rata. Dalam sudut pandang kami, ini pernah terjadi di saham ANDI. Meski kami juga tidak punya bukti. Tapi polanya bisa dilihat. Ciri-cirinya adalah transaksi besar. Padahal harga sahamnya segitu-gitu aja. Kedua, bid jauh lebih kecil dari offer, tapi harganya juga stagnan di situ-situ aja. Padahal banyak orang yang menjual. Penadahnya sudah siap. Jadi berputar-putar di angka 53, 54, 55, sampai kita sebagai ritel putus asa melihatnya. Dan jual aja. Kalau model seperti ini, pasti nunggu satu sentimen keluar, baru naiknya bikin jantung deg degan tidak karuan. Masalah besarnya dengan pola seperti ini adalah, time framenya tidak jelas. Kadang lama banget. Sampai orang sudah lupa. Kadang cepat sekali karena sentimen keburu datang. Atau sebaliknya offer lebih banyak dari bid, tapi rata di semua harga. Uniknya harganya juga tidak naik-naik. Padahal harusnya sudah naik. Ini juga tanda sebenarnya sedang dimainkan pelan-pelan. Ini semua adalah cara mengetahui bandar akumulasi saham. Meskipun memang tidak sepenuhnya benar, tapi setidaknya Anda mendeteksi. Biasanya hal ini terjadi pada saham-saham gorengan, lengkapnya apa itu saham gorengan di sini. Post Views 682 AnalisaSaham RALS Dan SCMA. Sumber gambar :www.sahamonline.id. saham scma analisa. Tools Analisa Teknikal Saham. Sumber gambar :www.sahamgain.com. saham analisa teknikal. Apa Yang Akan Dilakukan Bandar Ketika Strateginya Bocor Ke Publik. Sumber gambar :www.creative-trader.id. publik bocor strateginya saham menemukan sedang pekan diakumulasi
Di pos sebelumnya Akumulasi dan Distribusi Saham, saya sudah menjelaskan tentang apa itu akumulasi dan distribusi saham. Di pos ini, saya akan menjelaskan tentang strategi melakukan akumulasi saham. Saya pribadi terkadang juga menggunakan istilah 'akumulasi' kalau ada trader yang bertanya saham A, saham B sebaiknya dibeli atau tidak. Kalau saya melihat ada pola2 tertentu di saham tersebut, terkadang saya bisa menyarankan untuk akumulasi alias beli bertahap. Akumulasi saham saya sarankan untuk anda lakukan kalau anda belum terlalu yakin dengan saham yang anda incar. Misalnya begini, pada saat itu IHSG lagi merah / turun. Dan anda menemukan saham di stock pick anda yang harganya sudah murah, dan sepertinya saham tersebut sudah layak untuk dibeli. Baca juga Panduan Mencari Stock Pick Saham Bagus. Tapi karena market saat itu masih bearish, maka bisa jadi saham anda turun lagi dari supportnya. Di sisi lain, ada kemungkinan juga saham tersebut bakalan rebound dalam jangka pendek. Dalam hal ini, masalahnya anda tidak pernah tahu apakah saham tersebut bakal langsung naik atau dibawa turun dulu. Kondisi seperti ini sering dialami oleh para trader. Maka dari itu, strategi tradingnya adalah Lakukan akumulasi saham alias beli bertahap. Tujuannya, kalau sewaktu-waktu saham tersebut turun lagi, anda masih punya sisa kas yang banyak untuk membeli sahamnya di harga bawah averaging down. Jadi anda nggak gegabah memasukkan semua modal anda untuk beli saham jika anda belum yakin, sehingga modal anda nggak nyangkut. Justru anda punya amunisi banyak untuk beli saham lagi di harga bawah. Tapi kalau ternyata harga saham anda langsung naik, anda juga nggak ketinggalan momen, karena anda sudah membeli sahamnya, meskipun belum menggunakan semua modal anda. Dan momentum naiknya saham anda juga bisa anda manfaatkan untuk akumulasi averaging up beli lagi saat naik. Jadi saat melihat arah market yang nggak pasti, namun anda menemukan saham2 yang sudah bagus buat trading, anda nggak bengong saja melihat layar monitor. Tapi anda sudah melakukan action trading, sehingga anda tidak ketinggalan momentum nantinya. Namun tentu strategi akumulasi saham ini bukanlah kewajiban dalam trading. Boleh-boleh saja anda langsung membeli dengan full modal, kalau anda yakin dengan saham yang anda analisa tersebut bakalan naik. Untuk lebih jelasnya, saya beri contoh skenario akumulasi saham. Anda memiliki modal Rp10 juta dan ingin membeli saham BJTM. Saat itu katakanlah harga BJTM adalah 650. Anda melihat bahwa BJTM ini sudah potensi rebound, namun anda masih belum sepenuhnya yakin karena BJTM masih ada support 620. Maka, anda membeli BJTM di harga 650 sebanyak 10 lot dulu. Sisa modal sudah anda siapkan jika sewaktu2 BJTM turun, anda membeli lagi. Ternyata setelah itu BJTM turun sampai harga 625. Di harga 625 ini anda beli lagi sebanyak 20 lot. Kemudian BJTM naik ke 630 dan anda beli lagi sebanyak 15 lot. Sehingga harga rata2 anda jauh lebih murah daripada sebelumnya, anda tidak butuh harga terlalu tinggi untuk menjual sahamnya. Itulah yang dinamakan dengan akumulasi saham. Anda membeli secara bertahap sedikit demi sedikit, tidak membeli satu kali dengan full modal. Akumulasi juga bisa dilakukan dengan membeli di harga yang sama. Misalnya, anda beli BJTM setengah modal di 650. Lalu anda melihat bahwa BJTM sebentar lagi akan rebound, maka anda beli lagi BJTM di harga 650. Nah strategi akumulasi saham ini saya sarankan pada anda jika anda menemukan kondisi-kondisi trading berikut 1. Cari saham yang diskon dan punya potensi naik Akumulasi saham tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Jangan sampai anda menghabiskan modal anda untuk membeli saham2 yang tidak prospek secara analisa teknikal. Kalau anda mau mencoba akumulasi, carilah saham yang harganya memang lagi diskon dan punya potensi naik dalam jangka pendek. Karena saham yang diskon adalah saham2 yang punya potensi rebound lebih bagus ketimbang saham2 yang harganya sideways atau saham2 yang harganya sudah tinggi. Jadi kalaupun saham2 diskon turun, saham2 diskon ini punya peluang yang besar untuk rebound lebih cepat, sehingga anda bisa manfaatkan untuk akumulasi. Bagaimana cara mencari saham diskon? Anda bisa terapkan praktiknya disini Full Praktik Menemukan Saham Diskon. 2. Akumulasi hanya saya sarankan untuk trading di saham2 pilihan anda saja Lakukan akumulasi hanya di saham-saham pilihan. Saham pilihan adalah saham2 yang sudah terbukti bisa memberikan profit untuk anda, karena saham tersebut punya pola-pola yang layak untuk ditradingkan secara analisa teknikal. [Cara mencari saham pilihan, pernah saya bahas strateginya disini Cara Screening Saham Bagus. Dengan memiliki saham-saham pilihan inilah, anda bisa mencapai profit konsisten]. Karena kalau saham lagi turun, dan anda beli sahamnya, kemudian sahamnya turun terussss... Anda kan juga punya keterbatasan modal. Tidak mungkin anda terus melakukan akumulasi. Ingat anda hanyalah trader ritel, bukan bandar atau Manajer Investasi MI yang modalnya jumbo. Oleh karena itu, lakukan akumulasi saham pada saham2 pilihan anda, yang anda lebih paham dengan pola teknikalnya, supaya peluang saham anda untuk rebound lebih besar. 3. Anda belum yakin 100% dengan saham anda saat itu Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, strategi akumulasi bisa anda lakukan kalau anda belum 'sreg' 100% dengan saham anda, maka anda bisa beli bertahap. 4. Kondisi market masih belum terlalu mendukung untuk trading Kondisi market yang masih bearish, tetapi anda menemukan saham2 yang polanya sudah bagus buat trading, maka anda bisa mempertimbangkan untuk membeli bertahap dulu, untuk berjaga-jaga kalau sewaktu-waktu saham turun lagi karena market yang belum mendukung. Tapi kalau sewaktu-waktu saham anda naik dan IHSG-nya technical rebound, anda juga sudah punya sahamnya, sehingga anda punya kesempatan yang besar untuk profit. So... Itulah strategi untuk melakukan akumulasi saham. Anda mungkin bertanya kembali "Apakah Pak Heze juga melakukan akumulasi saham saat trading?" Ya, tentu saja. Walaupun tidak selalu, namun pada kondisi2 tertentu saya juga melakukan akumulasi trading tidak langsung beli full modal. Maka dari itu, apa yang saya tulis ini juga berdasarkan pada pengalaman trading yang sudah saya jalankan sendiri. Sekali lagi, dalam akumulasi saham anda perlu memperhatikan beberapa poin penting.. Lakukan akumulasi di saham2 pilihan anda saja. Dan kedua, akumulasi saham tidak harus anda lakukan. Kalau anda yakin langsung membeli tanpa melakukan akumulasi, sah-sah saja.
CaraTrading Double Spike untuk Memanfaatkan Reversal Kiki R 29 Sep 2020 Ada banyak strategi trading forex yang ditujukan untuk ambil untung saat terjadi reversal. Salah satu asumsi yang berlaku pada teknik analisis saham dan instrumen investasi lainnya adalah asumsi yang mengatakan bahwa pergerakan harga sebuah instrumen akan mengikuti pola yang sama siklus dari waktu ke waktu. Tugas seorang trader dan investor adalah memanfaatkan siklus ini untuk mendapatkan keuntungan maksimum. Kata akumulasi accumulation dan distribusi distribution adalah dua kata yang menggambarkan dua fase dalam siklus tersebut. Penggunaan kedua kata ini dalam dunia saham pertama kali diperkenalkan oleh Richard Wyckoff dalam Wyckoff Pattern. Fase apa sajakah itu? Simak pembahasannya berikut ini Akumulasi saham adalah fase ketika harga saham sedang terdiskon lebih rendah dibandingkan biasanya atau lebih rendah dibanding nilai intrinsiknya. Dalam fase akumulasi, trader dan investor, khususnya investor institusi berbondong-bondong untuk membeli saham tersebut. Hal ini terjadi karena setiap trader dan investor tentu ingin membeli saham ketika harganya sedang terdiskon, sehingga ketika fase akumulasi, banyak trader dan investor yang membeli instrumen tersebut. Ketika sudah banyak orang dan lembaga yang membelinya, harga saham tersebut lantas beranjak naik dan masuk ke dalam fase selanjutnya, yaitu fase partisipasi. Apa itu Distribusi Saham? Kebalikan dari fase akumulasi adalah fase distribusi. Fase distribusi adalah fase di mana bagian besar dari sebuah saham dijual ke pasar, sehingga membuat harga aset tersebut turun. Proses penjualan saham ini bisa jadi diawali oleh investor institusi atau investor individu bermodal besar dan diperparah dengan para investor FOMO yang enggan menanggung kerugian. Hal ini biasanya terjadi ketika harga saham tersebut sudah naik mencapai titik yang ditargetkan investor untuk melakukan take profit. Kondisi ini semakin parah akibat banyaknya investor yang menjual asetnya demi menghindari kerugian yang lebih dalam cut loss. Namun demikian, fase distribusi saham juga bisa mendatangkan keuntungan bagi sebagian trader. Trader yang mendapatkan keuntungan dari fase distribusi ini disebut dengan short seller. Short seller menjual saham yang dipinjamnya dari broker, sehingga ketika harga saham turun, jumlah yang harus mereka kembalikan kepada broker juga menurun. Akibatnya mereka mendapatkan keuntungan. Cara Melihat Pola Akumulasi dan Distribusi Saham Baik fase akumulasi maupun distribusi tidak jarang terjadi ketika kurva harga saham terlihat seolah menghadapi sideways. Hal ini bisa terjadi karena ada perebutan dominasi antara pembeli dan penjual bull dan bear. Bedanya adalah, pada fase akumulasi, bull memenangkan dominasi pasar, sementara pada fase distribusi, bear yang memenangkan pasar. Lantas, bagaimana cara mengidentifikasi apakah fase yang terjadi adalah fase akumulasi atau distribusi? Berikut ini beberapa langkah yang bisa Anda lakukan 1. Memasang support dan resistance Support dan resistance adalah dua garis penting yang harus dimiliki oleh seorang trader dalam setiap time frame. Dalam mengidentifikasi fase akumulasi dan distribusi, kedua garis ini dapat menjadi panduan apakah harga sebuah saham sedang menuju titik terendah support atau titik tertinggi resistance. Sebuah saham dikatakan masuk fase akumulasi apabila pergerakan harganya terus menciptakan titik harga terendah yang lebih tinggi dibandingkan harga terendah sebelumnya higher low. Puncaknya, saham tersebut akan masuk fase partisipasi jika terjadi breakout pada garis resistance yang telah Anda pasang. Sebaliknya, harga saham terbilang masuk fase distribusi apabila pergerakannya terus menerus membentuk lower low. Sebab ini artinya pressure dari tim penjual lebih tinggi dibandingkan pressure dari tim pembeli. 2. Memantau pola harga saham Dalam banyak kasus, pergerakan harga saham secara tidak sengaja membentuk pola-pola tertentu. Pola-pola ini, seperti pola wedges, triangle dan lain sebagainya. Anda juga bisa menggunakan candlestick untuk memantau pola harga saham yang timbul dari pola tersebut, seperti three white soldiers, three black crows dan lain sebagainya. Meskipun tidak sengaja terbentuk, pola-pola harga seperti ini penting untuk membantu identifikasi fase pergerakan harga saham dan penting untuk menentukan kapan Anda harus membeli dan kapan Anda harus menjual aset tersebut. 3. Menggunakan indikator kekuatan trend Karena acap kali terlihat sedang sideways, trader akan sulit menentukan apakah pergerakan harga saham akan naik dan menjadi fase akumulasi, atau justru akan turun dan masuk fase distribusi. Untuk membantu mengidentifikasi hal ini, Anda dapat menggunakan indikator kekuatan trend, seperti indikator RSI atau average directional indicator ADX. Indikator-indikator seperti ini akan membantu Anda menentukan apakah pasar sedang overbought harga berpotensi naik alias fase akumulasi, atau sedang oversold harga berpotensi turun atau distribusi. Selain itu, indikator teknis ini juga membantu Anda untuk mengidentifikasi apakah akan ada pembalikan trend reversal atau tidak. 4. Mengamati pergerakan bandar Bandar adalah investor institusi, seperti perusahaan manajemen investasi atau hedging company atau investor retail tapi memiliki modal dan pengaruh besar, seperti Anthony Salim. Transaksi jual beli saham yang dilakukan oleh para bandar ini perlu diamati, sebab mereka adalah pemain dengan modal besar dan memiliki tim analisis dengan kemampuan terbaik, sehingga apapun yang mereka lakukan dapat mempengaruhi siklus pasar saham. Data-data mengenai pergerakan para bandar ini disebut dengan bandarmology. Beberapa aplikasi trading saham sudah memiliki fitur ini di dalam aplikasinya. Namun, apabila aplikasi yang Anda gunakan tidak memilikinya, atau Anda membutuhkan data bandarmology yang lebih lengkap, Anda bisa mengunduh aplikasi bandarmology secara terpisah. Data bandarmology bisa dijadikan sebagai salah satu patokan fase akumulasi maupun distribusi dengan cara mengurangi 5 bandar atau broker dengan nilai beli terbesar pada hari itu, dengan 5 bandar atau broker dengan nilai jual terbesar pada saat yang sama. Apabila nilainya positif beli>jual, maka kemungkinan fase tersebut adalah fase akumulasi, begitupun sebaliknya. Cara Mengambil Keuntungan dari Pergerakan Akumulasi dan Distribusi Terdapat dua jenis transaksi trading saham menurut posisinya, yaitu transaksi long dan transaksi short. Transaksi long dilakukan dengan cara membeli saham saat harganya rendah dan menjualnya ketika harganya naik, sebaliknya transaksi short atau short selling menjual saham ketika harganya sedang tinggi dan akan mendapatkan keuntungan ketika harga saham tersebut anjlok. Transaksi long adalah transaksi yang cocok untuk Anda buka ketika Anda mengetahui bahwa bandar sedang mengakumulasi saham fase akumulasi. Sebaliknya, short selling cocok untuk dibuka saat saham sedang masuk fase distribusi. Namun, transaksi yang terakhir ini merupakan teknik trading berisiko tinggi sebab menggunakan saham yang dipinjam dari broker. Selain itu, sejauh ini short selling juga masih belum diperbolehkan di Indonesia pasca covid19.
Kitabisa melihat banyak indikator akumulasi saham di alat trading yang anda punya. Dengan itu kita bisa mengetahui pola dan tanda akumulasi saham. Pengertian akumulasi saham adalah sebuah proses yang dilakukan smart money untuk mengumpulkan / membeli saham untuk "dinaikkan" setelah proses akumulasi selesai. Ada banyak cara mengetahui akumulasi saham.
Cara Mengetahui Akumulasi dan Distribusi Saham Melalui Broker Summary Sudah pahamkan pengertian akumulasi dan distribusi? Oke, langsung praktek aja lewat aplikasi broker. buyer seller Kita memakai contoh saham KLBF PT Kalbe Farma Tbk. Hari ini saham KLBF ditutup menguat sebesar dengan kenaikan 95 poin. Coba deh kamu perhatikan 5 Net Vol yang dilakukan oleh CG, CS, CD, ZP, KZ pada gambar buyer. Lalu bandingkan dengan 5 Net Vol yang dilakukan oleh BK, PD, YP, NI, DR pada gambar seller. Sekarang jumlahkan kemudian dihitung menggunakan rumus berikut buyer – seller = akum distri. Hasilnya – = maka dapat disimpulkan bahwa saham KLBF sedang diakumulasi pada tanggal tersebut. buyer seller Ambil contoh saham lain yaitu SCMA PT Surya Citra Media Tbk. Hari ini melemah sebesar dengan penurunan 40 poin. Perhatikan 5 Net Vol yang dilakukan oleh CS, BK, YU, YP, ZP pada gambar buyer dan bandingkan dengan 5 Net Vol yang dilakukan oleh KZ, CG, AK, BQ, DR pada gambar seller. Hasilnya – = maka dapat disimpulkan bahwa saham SCMA pada tanggal itu mengalami distribusi. Kenapa harus 5 broker saja? Karena jika semua net broker dijumlahkan maka ketemunya 0 nol dan 5 broker terataslah yang paling dominan pada saat menggerakkan harga. Sebenarnya ada beberapa broker yang dikategorikan sebagai big player dan retail, namun tidak akan dibahas dalam artikel ini. Perlu kamu ketahui bahwa harga turun belum tentu distribusi dan harga naik belum tentu akumulasi, jadi selalu perhatikan broker summary. Akumulasi ataupun distribusi tentu tidak hanya satu hari saja, tetapi dapat beberapa hari berlangsung. Semoga bermanfaat ya artikel ini. Gabung channel telegram kelassaham Laman 1 2 d945.
  • 65q0q1r2l7.pages.dev/346
  • 65q0q1r2l7.pages.dev/301
  • 65q0q1r2l7.pages.dev/487
  • 65q0q1r2l7.pages.dev/5
  • 65q0q1r2l7.pages.dev/224
  • 65q0q1r2l7.pages.dev/452
  • 65q0q1r2l7.pages.dev/261
  • 65q0q1r2l7.pages.dev/465
  • cara melihat akumulasi saham