Rasakankenangan masa lalu yang masih hidup dengan mengapresiasi karya puisi yang mengabadikan kejayaan Presiden pertama Indonesia ini. Dalam perjalanan batin yang disajikan, akan terlihat sejuknya semangat kepahlawanan Sang Proklamator, memeliki keteguhan jiwa dalam mewujudkan cita-cita besar.
Berikut5 julukan untuk Soekarno dilansir beragam sumber, Minggu (31/7/2022). 1. Bapak Proklamator. Julukan Bapak Proklamator tidak bisa lepas dari diri Soekarno. Julukan ini diberikan bukan tanpa alasan. Pasalnya, presiden yang menjabat dari tahun 1945-1967 ini memiliki peran penting dalam kemerdekaan Indonesia. Judul: " Sang Proklamator kemerdekaan " Ukuran : 48cm X 58cm Media : Oil on Canvas Tahun Karya: 1962 Lukisan Bung Karno No. Registrasi : Tahun Pembuatan : 1981 Fungsi Koleksi : Hiasan Dinding Panjang : 100 cm Lebar : 80 cm Lukisan Presiden Soekarno memakai kaca mata hitam dan dipundaknya digambarkan tanda bintang Pada17 Juli 1967, Kartini Manoppo melahirkan buah cintanya dengan Presiden Soekarno yang diberi nama Totok Suryawan yang berarti Putra Sang Fajar. Sayangnya kondisi Bung Karno saat itu tak memungkinkan lagi bertemu Totok maupun Kartini hingga kematiannya. Presiden Soekarno sendiri wafat pada 21 Juni 1970. TEMPOCO, Jakarta - Hari ini, 12 Agustus 1902, atau 120 tahun silam, merupakan hari kelahiran. Mohammad Hatta. Sosok yang acap dipanggil Bung Hatta ini adalah Tokoh Proklamator 17 Agustus 1945 dan juga Wakil Presiden Indonesia pertama. Bung Hatta dijuluki sebagai Bapak Koperasi berkat pemikiran di bidang ekonomi dan sumbangsihnya terhadap Pesidenpertama Indonesia Ir. Soekarno dikenal sebagai sosok istimewa. Pria yang lahir 6 Juni 1901 di Surabaya ini dikenal sebagai sosok multitalenta dengan karisma luar biasa. Pada masanya, hari-hari Bung Karno banyak diisi dengan aktivitas kenegaraan yang padat. Situasi bangsa yang baru merdeka membuat dia bekerja keras untuk bisa menyatukan bangsa Indonesia. Namun, di tengah kepadatannya Sejumlahkisah istri Soekarno pernah diungkapkan di dalam buku, antara lain: Inggit: dengan judul buku Kuantar Ke Gerbang (1988), ditulis oleh Ramadhan K.H.; Fatmawati: dengan judul buku Catatan Kecil Bersama Bung Karno (1978), ditulis oleh Fatmawati.; Haryati: Soekarno The Hidden Story (2001), ditulis oleh Haryati Soekarno. Hartini: Biografi Hartini Soekarno (2009) ditulis oleh Arifin SuryoTebakangua sih sebetulnya gak begitu banyak orang Indonesia yang betul-betul mengenal perjuangan Bung Hatta. Kalo gua perhatikan, memang figur Mohammad Hatta seringkali hinggap di benak masyarakat umum (hanya) sebagai sosok "pendamping" Bung Karno. Dari mulai nama bandara internasional kita yang dinamakan Bandara Soekarno-Hatta, dua wajah
WYiFY0.